UnforgettableMemories

Mybelovedfamily Slideshow: 'Ntha’s trip from Jakarta, Jawa, Indonesia to 2 cities Surabaya and Banten was created by TripAdvisor. See another Indonesia slideshow. Create a free slideshow with music from your travel photos.

Asmaul Husna

The Inspiring Quote

"Apabila engkau merasa letih karena berbuat kebaikan, maka sesungguhnya keletihan itu akan hilang dan kebaikan akan terus kekal.
Sekiranya engkau bersenang-senang dengan dosa, maka sesungguhnya kesenangan itu akan hilang dan dosa yang dilakukan akan terus kekal."
(Umar bin Al-Khathab)

Tuesday, November 20, 2007

Para Sahabat yang Berhati Kerdil

Tangisan bukan untuk dibagi
Duka derita dipeluk sendiri
Kesenangan dinikmati bersama silih berganti
Luka perih merintih
Tiada sahabat yang perduli

Hidup ini kejam
Tapi realita harus tetap direngkuh
Tak mengeluh
Tak menangis
Walau jalinan kawan kian menjauh

Hidup ini adalah arus yang mengalir
Aku sedang terjebak dalam palung deras
Memuntirku
Menggilingku
Menghempaskan tubuhku hingga tak berdaya
Memaksaku berputus asa dalam perjuangan

Tapi hidup memang perjuangan
Meski uluran tangan dari sahabat tak jua ditawarkan
Walau matanya merekam derita yang terlantunkan
Namun sungguh pandangannya tak berbelas kasihan
Seakan dia menikmati keterpurukan ini

Aku menangis dalam penyesalan
Aku merasa kebaikan tersaji dahulu
Dalam ikatan persahabatan sebelumnya
Tiada memberikan keindahan
Selain rasa sakit
Ditinggalkan
Dicampakkan
Dihina
Dicibir
Dihempaskan
Dipandang seraya menghujam kesinisan

Palung ini kian memutarku
Hingga aku hampir tak bernafas
Aku terseok
Aku terkapar
Aku teraniaya

Tapi hidup ini adalah perjuangan
Perjuangan ini adalah pelajaran
Pelajaran agar jangan pernah mengharap
Uluran tangan akan tertawar
Dikala hidup ini sedang diambang keterpurukan

Sungguh perjuangan ini adalah sesuatu yang berharga
Yang mengajari hati kita untuk melihat dan memilah
Menentukan sahabat yang tak perduli
Tatkala keberuntungan sejenak terbang menjauh
Menerangkan mataku
Ternyata sahabat sejati bukanlah sahabat yang kemarin
Ternyata sahabat sejati adalah anak-anakku sendiri
Ternyata sahabat sejati adalah pasanganku sendiri
Ternyata sahabat sejati adalah keluargaku sendiri
Sementara sahabat yang terlanjur teranggap sahabat
Hanya sosok-sosok orang yang kerdil
Yang melenggang melangkah menjauh
Ketika merasa tak ada keuntungan yang akan didapat
Dari seseorang yang sedang oleng dan terpuruk
Sepertiku

Sekarang aku bisa tertawa dalam kepedihan
Hidup yang pahit ini sungguh menyajikan misteri
Disaat keajaiban Tuhan memberiku kesempatan kembali
Aku memulai dari awal
Mengukur langkah penuh kehati-hatian
Berharap agar pelajaran yang kemarin
Dapat menuntunku untuk tidak menjadi buta
Dalam memilih sahabat sejati
Karena sahabat sejati adalah sahabat yang berbagi
Sahabat yang ikut menikmati kebahagiaan bersama
Yang mengulurkan tangan dikala susah
Yang ikut menangis dikala duka derita melanda
Yang tidak akan pernah pergi dikala kita jatuh terjerembab

Tekadku tumbuh dalam perjuangan ini
Aku harus mampu berdiri di atas kaki ini sendiri
Menapak keras dalam senyuman bangga
Dan aku akan selalu berterima kasih
Kepada sahabat-sahabatku dahulu yang berhati kerdil
Karena mereka aku mau bangkit
Karena mereka aku memiliki semangat
Semangat untuk menjadi lebih baik
Agar kelak aku bisa menyaksikan
Setinggi apa derajat para sahabatku
Sahabat-sahabat yang berhati kerdil
Yang mengangkatku dari palung cobaan
Perlahan-lahan...
Karena kezaliman yang mereka bentangkan
Dan aku berterima kasih untuk kezaliman itu
Terima kasih "Sahabat" yang berhati kerdil!

No comments:

Post a Comment

Popular Posts

Pages