UnforgettableMemories

Mybelovedfamily Slideshow: 'Ntha’s trip from Jakarta, Jawa, Indonesia to 2 cities Surabaya and Banten was created by TripAdvisor. See another Indonesia slideshow. Create a free slideshow with music from your travel photos.

Asmaul Husna

The Inspiring Quote

"Apabila engkau merasa letih karena berbuat kebaikan, maka sesungguhnya keletihan itu akan hilang dan kebaikan akan terus kekal.
Sekiranya engkau bersenang-senang dengan dosa, maka sesungguhnya kesenangan itu akan hilang dan dosa yang dilakukan akan terus kekal."
(Umar bin Al-Khathab)

Saturday, January 13, 2007

Once upon a time...(2)

Masa-masa yang berlalu terasa masih segar dalam ingatan. Ketika orang tuaku berembuk dengan seluruh keluarga besar untuk memondokkan aku ke sebuah pesantren yang tidak perlu kuceritakan keberadaannya. Pokoknya tempatnya sangat terpencil dan pertama kali menginjakkan kaki disana terasa sedikit mengerikan.
Itu kali pertama aku keluar dari daerah Sumatera untuk menjalani kehidupan sendiri jauh dari jangkauan orang tua. Aku dimasukkan ke sebuah pesantren yang orang tuaku sendiri tidak tahu pesantren apa itu sebenarnya. Keluarga besar hanya tahu bahwa itu adalah pesantren yang nota bene-nya benar-benar pesantren.
Bahkan saat menitipkanku pertama kali pun orang tua sama sekali tidak mengetahui bahwa itu adalah tempat rehabilitasi anak-anak korban NARKOBA, barang yang sangat awam bagiku saat itu. Mereka pergi dan meninggalkanku dalam kebingungan atas kejanggalan-kejanggalan yang kutemukan di hari pertama aku tinggal di Pesantren itu.
Hari pertama sungguh cukup menghenyakkan jiwaku sebagai orang yang baru pertama kali melihat dunia luar. Bahkan telingaku selalu mendengar suara seseorang yang menjerit seperti orang gila didalam sebuah kerangkeng gelap dalam kamar berlantaikan tanah dilantai bawah, disebelah kamar mandi yang penuh hal-hal yang menjijikkan, yang kemudian aku tahu bahwa itu kamar mandi untuk anak-anak yang maaf, gila atau sinting. What?!? Ini pesantren atau rumah sakit jiwa? Sungguh, aku menjadi marah dan kecewa. Apakah aku ini dianggap sinting sehingga aku dilempar kedalam sini. Tapi aku mencoba tenang dan menerima segalanya dengan ikhlas.
Malam harinya, aku lebih terkaget-kaget lagi. Kamar kami adalah sebuah barak yang luas dengan puluhan kasur terbentang berderet. Didaerah paling sudut ternyata diperuntukan untuk orang-orang yang kurang waras, dimana ada yang tersenyum sendiri, ngoceh sendiri, bahkan berludah-ludah seraya memasukkannya kedalam saku bajunya. Rasanya ingin muntah melihat pemandangan seperti itu.
Ditambah anak-anak yang dikatakan sebagai anak lama atau senior lah istilahnya menjadi orang yang paling berkuasa dan paling kejam terhadap anak baru. Bahkan malam pertama itu juga aku melihat salah satu anak stress mendapat terjangan kaki dikepalanya hingga membentur ke dinding dengan keras. Demi Allah, saat itu aku benar-benar ingin pulang.
Satu lagi yang membuat aku merinding, malam itu juga yang membuka mataku bahwa begitu banyak hal-hal yang tidak pernah aku tahu. Ketika aku melihat kejanggalan dua orang wanita muda saling bercengkrama dalam selimut, tapi dengan nada kemesraan. Ternyata itu yang dinamakan LESBI. Betapa kasihan...
Dengan perasaan kacau-balau kuusahakan tidur dalam do'a. Saat itu adalah tanggal 23 Juli 1997, tepat ulang tahun papa tercintaku. To be continued...

No comments:

Post a Comment

Popular Posts

Pages