UnforgettableMemories

Mybelovedfamily Slideshow: 'Ntha’s trip from Jakarta, Jawa, Indonesia to 2 cities Surabaya and Banten was created by TripAdvisor. See another Indonesia slideshow. Create a free slideshow with music from your travel photos.

Asmaul Husna

The Inspiring Quote

"Apabila engkau merasa letih karena berbuat kebaikan, maka sesungguhnya keletihan itu akan hilang dan kebaikan akan terus kekal.
Sekiranya engkau bersenang-senang dengan dosa, maka sesungguhnya kesenangan itu akan hilang dan dosa yang dilakukan akan terus kekal."
(Umar bin Al-Khathab)

Thursday, April 28, 2011

Balasan untuk suatu KEIKHLASAN


28 April 2011
Saat ini kelasku lagi sepi alias belum pada berdatangan. Komen2 di fb...lagi males. Bikin status di fb...lagi gak ada kata buat di-share. Liat2in komen per komen antar temen...malah lebih males lagi, malah jadi kesannya pengeeeeeeeen tauuuuuuuuu aja urusan orang...:). Maen Photoshop...takut keasyikan, malah bablas ga ngerjain apa2. Akhirnya maen games ngetik 10 jari aja, buat tetap bikin jemariku gak pikunan sama tuts2 yang emang dah jadi soulmatenya saban hari. Tapi lama-lama...bosen juga. Pengen ngaji...lagi dikasih libur sama Allah.
Nah...jadinya balik lagi nongkrongin blog. Tapi lagi males otrak atrik tampilan blognya. Pengen curhat sesuatu yang emang dari kemaren kesimpen indah di otakku. Tapi mulainya darimana, yaaah?
Gini nih ceritanya...


Kemaren itu kita lagi keabisan duit total blassss. Maklum...hidup tanpa tagihan itu gak kan semangat kerjanya...hahaha. Jadi ceritanya duitnya dah pada raib dibayarin tagihan. Tau sendiri, kan...ini usaha kecil2an yang berazazkan pengertian dalam pembayaran (hiks...). Jadi ga ada gajian bulanan. Siswaku bayarnya sesuai jadwal pertama masuknya, alias semuanya ga ada schedule pembayaran tanggal minimumnya. Nah...meski duit lagi tongpes...tapi tagihan siswa masih nyisa rada banyak juga bulan ini. Tapi pas lagi kepentok bukan jadwal siswa yang mesti bayar harinya. Mana duit cuma cukup buat makan hari ini doang. Bingung juga, tapi gak terlalu mikirin banget, sih. Karena aku percaya, Allah pasti kasih jalan.
Sore itu...aku nongkrong didepan sama mbak jamuku yang paliiiing baeeeek. Trus aku minum jamu yang memang cuma seharga 1000/gelas. Kubilang mbak jamuku paling baeeek...kadang kita belinya berapa, tapi bonus cemilannya bisa melebihi 2000. Kadang aku marah...malah beliau ikutan marah. Katanya ini adalah ilmu berbagi. Orang lagi bisa berbagi, yah berarti rezeki, kan. Padahal kan kalo orang jualan harus untung. Masak sebagai pembeli, akunya yang dapet untung. Tapi yaaaah...itulah mbak jamuku..:)
Ceritanya sore itu aku curhat...karena ga sengaja lagi minum begitu ada orang yang pegang duit arisanku udah setahun yang lewat dengan muka mendongak lewat dipinggir jalan dengan muka yang innocent, gitu. Trus diseberang ada ibu2 yang anaknya kemaren nyoba kursus ditempatku, nyoba sekali...terus masuk beberapa kali, tapi janji pembayarannya pas dia gajian. Yah...kita sih no problem. Namanya tetangga dan selalu mengutamakan kepercayaan sama orang. Tapi setelah masa berlalu, pas hari H gajiannya sampe detik ini...ga ada realisasinya. Tapi orangnya mah lewat aja di seberang jalan dengan raut yang...yah innocent juga. Kadang aku cuma senyum doang sama suami...dan suami bilang kita ikhlaskan saja. Kalo milik kita, pasti milik kita. Dan itu memang selalu ada dipikiranku.
Tapi...sore itu kan kantongku cuma pegang 1000 perak. Mana perut lagi laper...ada siswa juga yang mesti bayar hari ini, trus dateng hanya dengan menepuk kepala, "Lupa, misss." Yo wesss...ga bisa ngapa2in. Trus..lagi berpikir begitu...eh...orang2 tersebut lalu lalang tanpa beban.
Me : "Mbak...aku ikhlasin, mbak...aku ikhlasin. Ya Allah...aku ikhlas...tolong jauhkan hatiku dari mengeluh dan mengumpat."
MbakJamu : "Ada apa toh, dek...?"
Me : "Nggak ada apa-apa, mbak. Aku lagi diuji Allah buat liat bentuk dari keikhlasanku. Astaghfirullah...aku ikhlas, ya Allah. Aku tahu pasti Kau memberi yang terbaik jika aku ikhlas."
MbakJamu : "Lha iyo...kita itu memang mesti ikhlas. Gusti Allah pasti memberi yang terbaik buat orang yang ikhlas."
Me : "Mbak, iki kantong cuma isine 1000, lho. Semoga malem ini ada siswa yang bayar. Kalo gak, isuk aku mangan opo...hik.." (nangis pura2 sambil meluk mbak Jamu)
MbakJamu : "Oalaaaah...sampeyan iku aneh2 wae. Pasti ono...ra percoyo."
Me : "Iiiih...iki tenanan lho, mbak. Tapi aku percoyo...Allah sayang sama aku. Pasti besok ono penganan buat dimangan." (dengan sok2 bisa bahasa Jawa)

Meski lagi susah...tetep aja aku bisa bercanda dengan mbak jamu. Orang-orang yang terlihat didepan mata tadi sekejap menghilang dari hatiku. Do'aku dikabulkan-Nya untuk tidak mengumpat, meski orang2 tersebut memegang hak kita.
Nah, setelah mbak Jamu pergi...suami dan anak2pun datang. Uang seribu sudah melayang pergi. Maghrib pun telah lewat. Lambat laun siswa suamiku datang. Gujluk2....beliau mengeluarkan uang 250 ribu untuk melunasi biaya les private-nya. Wuaaaah...Alhamdulillah...Subhanallah...besok masih ada penganan buat dimakan.
Tapi tidak hanya sampai disitu...tetanggaku yang meminta dibuatkan makalah kerjaan kantornya pun datang untuk mengambil hasil kerjaan. Obrolan hangat pun terjadi tanpa pernah berpikir berapa biaya atas makalah yang telah kami buat. Karena memang itu pure hanya membantu sesama tetangga. Tapi setelah mereka hendak pulang, suamiku diajak keluar untuk menanyakan ongkos pembuatan makalahnya. Suamiku bingung, apalagi aku. Akhirnya suamiku cuma bisa berucap, "Seikhlasnya saja lah."
Lalu setelah mereka pulang, suamiku menyerahkan uangnya padaku. "What...200 ribu??? Apa gak kebanyakan untuk apa yang telah kita kerjakan, yah?" Suamiku cuma mengangkat bahu, alias dia juga bingung. Karena pas dikasih, dia tidak melihat jumlah nominal yang diberi. Ya Allah...Engkau benar2 mencintai kami. Aku benar2 ikhlas untuk hidupku, ya Allah. Aku benar2 tiada berhenti berucap syukur.
Tapi lagi, tidak hanya sampai disitu hadiah ikhlas yang diberikan Allah padaku. Tiba-tiba siswa Visual Basic suamiku yang lagi bimbingan skripsi pun menyodorkan uang 500 ribu untuk pembayaran bulanan. Masya Allah...aku sujud pada-Mu, ya Allah. Sungguh...uang seribu pergi dengan ikhlas bersama wajah2 orang2 yang tadi sore terlantun dalam do'aku...dibayar dengan 950 ribu dalam satu malam. Alhamdulillah. Besok-besok...masih bisa bayar rumah...masih bisa buat makan...masih bisa bayar sekolah, kan...ya Allah...hidup matiku hanya Engkau yang tahu. Meski suatu saat lapar dan derita sedang mendera..semoga kami selalu berikhlas diri dan percaya...bahwa Engkau akan selalu jadi Penolong.
Aku mencintai-Mu, ya Rabb...sungguh mencintai-Mu...
Bahkan ketika melukiskan cerita ini kembali pun, aku masih mencucurkan air mata atas haruku pada karunia-NYA. Semoga Allah selalu ada dihati kita...selamanya...

2 comments:

  1. "Tiba-tiba siswa Visual Basic suamiku yang lagi bimbingan skripsi pun menyodorkan uang 500 ribu untuk pembayaran bulanan" (berpikir keras ....hehehehe)

    ReplyDelete
  2. Hmm...kasih tau gak, yaaah....? Hehehehe...bukan dia, tapi kalo ga salah yang dateng itu pak Amrizal...dari universitas yg sama juga dg dia... ;)

    ReplyDelete

Popular Posts

Pages